Kami tinggal dibedeng (komplek perumahan karyawan) bersebelahan dengan satu keluarga tanpa anak namanya Lik Sarim (almarhum) isterinya bernama Lik Rumi, rumah karyawan waktu itu terdiri dari papan beratap sirap tinggi lantai dari tanah sekitar 80 cm maka setiap rumah diberi jenjang atau tangga sedangkan wc atau kamar mandi tidak ada hanya ada satu kamar mandi umum dipakai untuk lebih dari 10 keluarga maka jika hendak mandi atau buang hajat sering antre.
Pada suatu malam kami dan tetangga kami sedang lelap tidur terdengar jeritan atau teriakan seorang perempuan maka kamipun tersentak bangun dan para tetangga juga berhamburan keluar menuju asal teriakan teriakan tersebut ternyata arahnya dari rumah Lik Sarim, dan setibanya dihalaman rumah mereka ditemui Lik Rumi sedang berada diluar rumah dibawah tangga/jenjang sedangkan Lik Sarim didepan pintu.
"Eneng opo Mi tengah wengi ngene kok bengok-bengok" (ada apa Mi tengah malam begini kok teriak-teriak) orang-orang bertanya kepada Lik Rumi, Lik Rumi lalu bercerita " Iku lho Kang Sarim(dia menyebut suaminya Kang Sarim) wong lanang kok kucur eram" (itu lho orang laki-laki kok penakut) Lik Rumi mengawali ceritanya," Lha njur priye" (setelah itu bagaimana) kata orang-orang tidak sabar ingin mendengarkan kelanjutannya cerita Lik Rumi, Lik Rumi lalu melanjutkan ceritanya " Aku digugah Kang Sarim kon ngeterke nguyuh arep ora gelem kepiye kepekso aku tangi ngeterke nguyuh Kang Sarim"(saya dibangunkan Kang Sarim untuk menghantarkan buang air kecil terpaksa ya saya bangun untuk menghantarkannya), lalu bagaimana kata orang-orang ingin tahu terjadinya sampai berteriak-teriak, " Aku njur mudun teko tangga mergo yo dadi kebelet nguyuh juga, urung rampung olehe nggonku nguyuh kok gegerku kesiram banyu anget aku kaget karo mbengok EDAAAN EDAAAN EDAAAN, lha wong gegerku tibake diuyuhi Kang Sarim"(saya jadi turun dari jenjang rumah karena ikut buang air kecil juga , tapi tiba-tiba punggungku terasa tersiram air hangat tentu aku terkejut dan berteriak EDAAAN EDAAAN EDAAAN karena Kang Sarim ngencingi punggungku dari atas tangga/jenjang rumah).Lik Sarim memang terkenal penakut jadi waktu itu isterinya jongkok dibawah jenjang/tangga rumah sementara Lik Sarim kencing sambil berdiri didepan pintu tidak turun dari rumah sambil melihat kanan kiri kalau-kalau ada hantu jadi tidak melihat kearah mana air itu memancar tidak tahu bahwa punggung isterinya yang disemprot air hangat dan asin pada tengah malam.EDAAAN EDAAAN EDAAAN
Tidak ada komentar:
Posting Komentar