Pengalaman ini terjadi pada tahun 1966, saat itu aku baru kelas 4 sd, aku ikut ibuku seorang janda bersama nenekku yang juga janda karena kakekku telah meninggal dunia , ibuku bekerja secara serabutan kadang-kadang membuat sprei diberi hiasan renda pinggirnya dan ditawarkan kepada tetangga untuk ditukar dengan beras, jadi terkadang kami pernah tidak makan hanya minum air putih dan sekali-kali kopi yang pemanisnya saat itu gula merah.
Pada suatu waktu aku jatuh sakit sudah empat hari tidak sekolah aku terbaring lemas ditempat tidur ibuku sedang mencari pinjaman beras kerumah tetangga sedangkan aku berdua bersama nenekku yang sudah agak pikun. Sudah sekian hari perutku tidak terisi nasi hanya ubi dan air putih saja kalaupun ada nasi mungkin aku tidak mau makan juga karena sedang sakit mulutku terasa pahit kalau memakan sesuatu.
Pada suatu saat aku merasa haus dan minta dibuatkan kopi oleh nenekku sambil masih terbaring ditempat tidur "Mbah aku gawekke kopi" (nek saya buatkan kopi), nenekku lalu bergegas pergi kedapur untuk membuatkan kopi seraya mengambil cintung (kaleng susu yang diberi tangkai kayu) untuk merebus air (waktu itu belum ada termos) , sambil menunggu air mendidih nenekku mengambil gelas, kopi dan gula merah lalu dimasukkan kedalam gelas, setelah air mendidih lalu dituangkan kedalam gelas sambil diaduk dan ditekan-tekan agar gulanya cepat hancur,"Kok suwe temen mbah"(kok lama sekali nek) aku tidak sabar menunggu, nenekku menyahut " Sabar to lagi diudeg gulane rodo atos " (sabar to sedang diaduk gulanya agak keras) , lalu nenekku membawa gelas ketempat tidurku meletakkan gelas sambil bilang "Karo diudeg dewe gulane rodo atos"( sambil diaduk sendiri gulanya agak keras), kuraih gelas kopi langsung saya minum dan........HOEEEK ........HOEEEK........HOEEEEK isi perutku keluar aku muntah-muntah karena bukan rasa manis tapi kopinya terasa amis dan entahlah rasanya tidak bisa dibayangkan,selagi saya muntah-muntah ibuku pulang "Ngopo Mun mutah-mutah"(mengapa Mun kok muntah-muntah) aku menjawab sambil menangis "Aku digawekke wedang Mbah tapi rasane koyo ngono"(aku dibikinkan kopi nenek tapi rasanya seperti itu) lalu ibuku mencicipi kopi HOEEKBRSSSSCUUUH langsung di keluarkan dari mulut sambil memanggil nenek " Mbok iku wedange kok ora legi malah rasane koyo ngono njikuk gulo nangendi"(mak itu kopinya tidak manis kok malah rasanya seperti itu mengambil gulanya dimana), nenek menjawab " Yo nang bumbon iku"(ya ditempat bumbu-bumbu itu), karena gula merah biasanya disamping untuk buat kopi juga untuk tambahan bumbu kalau ibu saya menyambal jadi ditempatkan bersama bumbu-bumbu ternyata nenek saya salah ambil karena gula merah dan terasi agak mirip maklum nenekku sudah agak pikun. Tapi aku berterima kasih kepada nenekku sebab setelah aku muntah-muntah aku jadi berkeringat dan tubuhku terasa agak ringan dan akhirnya aku malah sembuh dari sakitku. Ooo alaaah Mbaaaah........Mbaaaaah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar